BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Hidup adalah bergerak! Gerak adalah ciri kehidupan. Tiada hidup tanpa
gerak dan apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak
adalah mempertahankan hidup, meningkatkan kemampuan gerak adalah
meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu : Bergeraklah untuk lebih
hidup, jangan hanya bergerak karena masih hidup. Gerak adalah aktivitas
fisik. Hidup atau kehidupan sehari – hari di dunia ini tidak pernah
terlepas dari berbagai bentuk aktivitas fisik, baik aktivitas yang
membutuhkan energi yang banyak maupun yang sedikit.
Kemajuan dunia teknologi yang begitu pesat dewasa ini, seperti
penggunaan remote kontrol, komputer, lift dan tangga berjalan,
memudahkan semua kegiatan manusia sehingga dapat menyebabkan manusia
kurang bergerak (hypokinetic). Gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja (sedentary)
dan kurang gerak ditambah dengan adanya faktor resiko, berupa merokok,
pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit tidak menular,
seperti penyakit jantung, pembuluh darah, penyakit tekanan darah tinggi,
penyakit kencing manis, berat badan lebih (obesitas), osteoporosis, kanker usus, depresi dan kecemasan.
Penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa gaya hidup
duduk terus-menerus dalam bekerja menjadi penyebab 1 dari 10 kematian
dan kecacatan dan lebih dari dua juta kematian setiap tahun disebabkan
oleh kurangnya bergerak/aktivitas fisik. Oleh sebab itu, beraktivitas
fisik sangat diperlukan untuk memelihara kesehatan. Tetapi bagaimana
aktivitas fisik dapat menyehatkan dan aktivitas fisik apa yang harus
dilakukan untuk menjadi lebih sehat? Inilah masalah yang perlu
diperjelas bagaimana tata-hubungan antara aktivitas fisik dengan
kesehatan, aktivitas fisik apa dan bagaimana cara melakukannya agar
orang menjadi lebih sehat.
Olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik yang menguntungkan.
Olahraga adalah serangkaian gerak tubuh yang teratur dan terencana untuk
memelihara gerak (yang berarti mempertahankan hidup) dan meningkatkan
kemampuan gerak (yang berarti meningkatkan kualitas hidup). Seperti
halnya makan, gerak (Olahraga) merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya
terus-menerus; artinya Olahraga sebagai alat untuk mempertahankan hidup,
memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Seperti
halnya makan, olahragapun hanya akan dapat dinikmati dan bermanfaat bagi
kesehatan pada mereka yang melakukan kegiatan olahraga. Bila orang
hanya menonton olahraga, maka sama halnya dengan orang yang hanya
menonton orang makan, artinya ia tidak akan dapat merasakan nikmatnya
berolahraga dan tidak akan dapat memperoleh manfaat dari olahraga bagi
kesehatannya.
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan
pengetahuan dan pemahaman bagi orang yang membaca tentang hubungan atau
kaitan aktivitas fisik dengan kesehatan.sehingga masyarakat khususnya
pembaca dapat terhindar dari berbagai penyakit tidak menular dan dapat
meningkatakan derajat kesehatan, kebugaran serta produktivitas kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1. AKTIVITAS FISIK II.1.1. Definisi
Hidup atau kehidupan sehari – hari di dunia ini tidak pernah terlepas
dari berbagai bentuk aktivitas fisik, baik aktivitas yang membutuhkan
energi yang banyak maupun yang sedikit. Menurut Badan Kesehatan Dunia
(WHO), aktivitas fisik didefinisikan sebagai gerakan tubuh yang
dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi.
Bergerak/aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan
pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran kalori). Sehingga dapat
diambil kesimpulan bahwa aktivitas fisik adalah segala macam gerak yang
membutuhkan energi. Aktivitas fisik secara teratur telah lama dianggap
sebagai komponen penting dari gaya hidup sehat, (Russell R. Pate, 2005).
II.1.2. Macam Aktivitas Fisik
A. Kegiatan Sehari-hari
Gerak yang memerlukan pengeluaran energi adalah aktivitas fisik.
Begitu luasnya pengertian tersebut, sehingga dalam kegiatan sehari-hari
setiap orang (individu) melakukan berbagai aktivitas fisik. Aktivitas
fisik tersebut akan meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi
(pembakaran kalori), berikut adalah macam-macam aktivitas fisik manusia:
Tabel 1. Macam aktivitas fisik.
NO
|
AKTIVITAS FISIK
|
KALORI YANG DIKELUARKAN
|
1.
|
Cuci Baju | 3,56 Kcal/menit |
2.
|
Mengemudi Mobil | 2,80 Kcal/menit |
3.
|
Mengecat Rumah | 3,50 Kcal/menit |
4.
|
Potong Kayu | 3,80 Kcal/menit |
5.
|
Menyapu Rumah | 3,90 Kcal/menit |
6.
|
Jalan Kaki (kec. 3,5 Mil/jam) | 5,60 – 7,00 Kcal / menit |
7.
|
Mengajar | 1,70 Kcal/menit |
8.
|
Membersihkan Jendela | 3,70 Kcal/menit |
9.
|
Berkebun | 5,60 Kcal/menit |
10.
|
Menyetrika | 4,20 Kcal/menit |
B. Olahraga
- 1. Pengertian Olahraga
Olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik. Olahraga adalah
serangkaian gerak tubuh yang teratur, terencana dan terukur untuk
memelihara gerak (yang berarti mempertahankan hidup) dan meningkatkan
kemampuan gerak (yang berarti meningkatkan kualitas hidup). Definisi
olahraga menurut kamus lengkap bahasa Indonesia, yang dikutip oleh Deni
Ariyadi (2011), kata olahraga merupakan kata kerja yang diartikan gerak
badan agar sehat. Sedang menurut para pakar olahraga, adalah sebuah
aktivitas manusia yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (sejahtera
jasmani dan sejahtera rohani) manusia itu sendiri.
2. Jenis Olahraga
- Aerobik adalah : Olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh.
Misalnya : Jogging, senam, renang, bersepeda.
- Anaerobik adalah : Olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh.
Misalnya : Angkat besi, lari sprint 100 M, tenis lapangan, bulu tangkis
Berdasarkan tujuannya, olahraga menurut Komisi Disiplin Ilmu Keolahragaan (2000) dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
- Olahraga pendidikan adalah proses pembinaan menekankan penguasaan keterampilan dan ketangkasan berolahraga nilai-nilai kependidikan melalui pembekalan pengalaman yang lengkap sehingga yan terjadi adalah proses sosialisasi melalui dank e dalam olahraga.
- Olahraga kesehatan adalah jenis kegiatan olahraga yang lebih menitik beratkan pada upaya mencapai tujuan kesehatan dan fitness yang tercakup dalam konsep well-being melalui olahraga.
- Olahraga rekreatif adalah jenis kegiatan olahraga yang menekankan pencapaian tujuan yang bersifat rekreatif atau manfaat dari aspek jasmaniah dan sosial-psikologis.
- Olahraga rehabilitatif adalah jenis kegiatan olahraga, atau latihan jasmani menekankan tujuan bersifat terapi atau aspek psikis dan perilaku.
- Olahraga kompetitif adalah jenis kegiatan olahraga yang menitik beratkan peragaan performa dan pencapaian prestasi maksimal yang lazimnya dikelola oleh organisasi olahraga formal, baik nasional maupun internasional.
3. Manfaat Olahraga
Olahraga merupakan gaya hidup sehat yang harus di biasakan sejak
kecil agar di masa mendatang tubuh kita menjadi sehat dan tidak gampang
terkena penyakit. Karena semakin tua tubuh kita secara otomatis daya
tahannya akan semakin menurun. Dengan olah raga akan menghambat
penurunan daya tahan tersebut. Manfaat berolahraga adalah sebagai
berikut:
- Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah yang ditandai dengan :
- Denyut nadi istirahat menurun.
- Isi sekuncup bertambah.
- Kapasitas bertambah.
- Penumpukan asam laktat berkurang.
- Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
- Meningkatkan HDL Kolesterol.
- Mengurangi aterosklerosis.
- Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang ditandai pada :
- Pada anak : mengoptimalkan pertumbuhan.
- Pada orang dewasa : memperkuat masa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut.
- Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh sehingga dapat mengurangi cedera.
- Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal.
- Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti :
- Tekanan darah tinggi : mengurangi tekanan sistolik dan diastolik.
- Penyakit jantung koroner : menambah HDL-kolesterol dan mengurangi lemak tubuh.
- Kencing manis : menambah sensitifitas insulin.
- Infeksi : meningkatkan sistem imunitas.
6. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan tubuh.
7. Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.
8. Penelitian Kavanagh, latihan aerobik 3 kali seminggu selama 12 minggu.
- Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
- Meningkatkan HDL kolesterol.
- Mengurangi aterosklerosis.
4. Olahraga yang Baik dan Benar
Segala macam kegiatan/aktivitas di dunia ini mempunyai sisi positif maupun negative. Segala sesuatu apabila dilakukan berlebihan tentu membawa dampak yang kurang baik, termasuk olahraga apabila berlebihan (over training) tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan. Olahraga mempunyai dampak positif apabila dilakukan dengan benar. Olahraga yang baik dan benar adalah sebagai berikut:
- Olahraga dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut.
- Dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan lingkungan yang mana dan nyaman, bebas polusi, tidak menimbulkan cedera, misalnya : dirumah, tempat kerja, dan dilapangan.
- Olahraga hendaknya dilakukan secara bervariasi, berganti-ganit jenisnya supaya tidak monoton.
- Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 – 10 menit, diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5 – 10 menit.
- Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 – 5 kali per minggu.
- Intensitas latihan :
DNM = 220 – UMUR
b. Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan yaitu 60 – 70 % DNM.
Contoh :
Orang dengan usia 40 tahun akan mempunyai
DNM = 220 – 40 = 180.
Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga dengan denyut nadi mencapai :
60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126.
- Waktu
Mulai semampunya, ditambah secara perlahan-lahan. Untuk meningkatkan
daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu antara ½ – 1 jam, untuk
membakar lemak perlu waktu lebih lama (lebih dari satu jam).
II.2. KESEHATAN
II.2.1. Definisi
Menurut pernyataan dari Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), kesehatan
adalah keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara lengkap
dan bukan hanya sekedar tidak mengidap penyakit atau kelemahan.
Kesehatan adalah kondisi fisik dan batin yang seimbang, tidak kekurangan
dan tidak berlebihan dari segala zat ataupun keadaan yang biasa menjadi
asupan tubuh. Dan juga kesejahteraan fisik dan mental, dimana tubuh
kita selalu merasa nyaman, segar dan baik. Nyaman untuk beraktivitas,
selalu semangat, dan dapat diajak bekerjasama.
Kesehatan adalah kondisi yang sangat mahal harganya, jika kesehatan
sudah terganggu, maka segala aktivitas dalam hidup pun akan menjadi
terganggu. Oleh karena itu, kesehatan tubuh dan jiwa kita harus selalu
dijaga. Kesehatan dapat dijaga dengan berbagai cara, yaitu dengan cara
memakan makanan yang bergizi dan cukup dan olahraga yang teratur serta
dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
II.2.2. Standar Kesehatan
Kesehatan memerlukan diet yang seimbang, tidur yang cukup, latihan
secukupnya, dan memiliki jiwa yang sehat. Orang sehat memiliki
sifat-sifat sebagai berikut:
- Berbadan yang kuat, memiliki kemampuan untuk dengan mudah menangani tekanan dari kehidupan sehari-hari tanpa mengalami stres, dan mampu untuk melakukan segala sesuatu yang dibutuhkan.
- Memiliki rasa optimis dengan sikap yang positif, kebersediaan untuk bertanggungjawab atas tindakan yang telah dilakukan, bersikap ketat terhadap diri sendiri namun lembut terhadap orang lain.
- Kemampuan untuk menangani berbagai keadaan yang bersifat darurat dan mampu untuk beradaptasi terhadap adanya perubahan.
- Kemampuan untuk bertahan terhadap cuaca dingin yang normal dan penyakit menular.
- Memiliki berat badan yang normal dan bentuk tubuh yang sebanding terhadap semua bagian dari tubuh ketika berada pada posisi berdiri yang layak.
- Mata bersinar, cekatan dalam bertindak, dan tanpa adanya iritasi
- Memiliki rambut yang bercahaya dengan sedikit atau tanpa adanya ketombe.
- Memiliki gigi yang bersih tanpa adanya gigi berlobang atau yang terasa sakit, dan dengan gusi yang sehat.
- Kondisi otot dan kulit yang elastis, bila berjalan dengan langkah yang gesit.
- Memiliki kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan baik.
II.3. KAITAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KESEHATAN
Manusia beraktivitas setiap hari, sehingga membutuhkan tubuh yang
sehat untuk menunjang aktivitas. Aktivitas fisik yang berlebihan atau
dilakukan melebihi batas kemampuan tubuh dapat berdampak buruk bagi
kesehatan. Orang yang berlebihan dalam melakukan aktivitas fisik akan
kelelahan, bahkan dapat mengalami cedera dan sakit. Setiap orang tentu
ingin sehat. Tubuh yang sehat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi
makanan yang bergizi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta
dengan melakukan olahraga yang teratur. Olahraga merupakan salah satu
aktivitas fisik. Olahraga adalah aktivitas fisik yang terencana, teratur
dan terencana. Dengan berolahraga maka tubuh akan bugar dan sehat.
Sehingga ada kaitan antara aktivitas fisik khususnya olahraga dengan
kesehatan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik
yang teratur, terencana dan terukur seperti olahraga sangat bermanfaat
bagi kesehatan. Disamping berolahraga, kesehatan juga dipengaruhi oleh
berbagai macam faktor seperti pola dan konsumsi makanan dan menjaga
kebersihan diri serta lingkungan. Setiap hari manusia tidak berhenti
beraktivitas. Tanpa berolahraga dan menkonsumsi makanan yang sehat dapat
memberikan dampak buruk kepada kesehatan manusia. Hal ini mengakibatkan
tubuh kita mudah terkena stres dan lelah. Oleh karena itu, diperlukan
makanan – makanan bergizi dan bervitamin untuk menetralisir keadaan
tubuh kita untuk kembali fit dan sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Deni Ariyadi. 2009. Definisi Olahraga. Diakses tanggal 7 Oktober 2011.
Belum ada tanggapan untuk "KAITAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KESEHATAN"
Posting Komentar